Bagian II
Mengapa Homeschooling?
Bab ini merupakan kumpulan esai berisi alasan di dalam benakku yang menguatkan aku untuk menyusuri jalan yang jarang ditempuh ini. Aku yakin tidak ada satu keluarga homeschooling pun yang membuat keputusan penting ini dengan asal-asalan. Keluarga homeschooling yang bertanggung jawab memulai dengan pencarian makna menjadi orang tua, keinginan besar untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak, dan semangat untuk terus belajar dan berubah menjadikan diri lebih baik. Bahkan kami tidak pernah berhenti untuk berpikir ulang mengenai keputusan ini selama menjalaninya. Jika Anda peminat atau praktisi homeschooling, mungkin ada beberapa bagian dari alasanku yang beresonansi, mungkin pula tidak. Alasan untuk homeschooling sangat pribadi dan berbeda-beda bagi setiap praktisinya. Namun yang jelas, homeschooling bukan untuk mereka yang plin plan, tidak tegas, dan mudah terseret arus bernama ‘apa kata orang’.
Ibu Andini,
saya menikmati sekali membaca cerita2 di blog ibu, terutama mengenai pemilihan home schooling. Saya sendiri tengah mempertimbangkan menjalankan home schooling untuk putri saya, Felly (3.5yo). Saat ini Felly bersekolah di PG dan tahun depan akan masuk TK.
Kerap kali saya menggeleng-gelengkan kepala melihat beban pelajaran yang harus ditanggung oleh anak-anak Indonesia, dan saya tidak ingin itu dialami oleh Felly juga.
Home schoolingnya aja belum mulai, tapi pandangan aneh yang sudah didapatkan. Untungnya, papanya Felly sepaham dengan saya, kami juga sempat sharing dengan Ayah Edy dan semakin mantap untuk memulai home schooling setelah Felly lulus TK.
Terima kasih untuk tulisan-tulisan Ibu, senang rasanya menemukan teman berbagi mengenai pendidikan anak.
Salam buat keluarga ya Bu..
Ita