17. Tentang Rapor

Seandainya aku menjadi guru yang harus menulis rapor deskripsi karakter anak-anak didik, aku tidak akan menulis karakter yang menyulitkan aku dalam memanajemen kelas sebagai keburukan. Aku akan sabar dan mencoba memutar cara pandang, melihat dan meyakini bahwa semua karakter yang sulit itu adalah ciri khas yang unik, yang siapa tahu kelak dalam kehidupan mereka di masa depan malah terbukti sebagai kelebihan.

Contoh, si A alat-alat sekolahnya selalu berserakan dan laci penyimpanannya tidak rapi.

Aku akan tulis:

Kehebatan A adalah ia selalu tahu persis di mana letak barang-barang yang dia perlukan meskipun tampak kurang rapi.

Contoh: si B sering lupa membawa peralatan yang diperlukan untuk pelajaran sekolah.

Aku akan tulis:

Meskipun B lupa membawa sesuatu, dia selalu berhasil menemukan pinjaman dari kawannya dan mengikuti pelajaran dengan baik. Dia kreatif menemukan solusi.

Contoh: si C nilai-nilai ujiannya jeblok melulu.

Aku akan tulis:

C tampak selalu riang gembira melaksanakan kegiatan di kelas, tidak patah semangat belajarnya hanya karena nilai jelek. Saya menyukai kehadirannya di kelas saya.

Contoh: si D selalu lamban melakukan sesuatu dibandingkan anak-anak lain.

Aku akan tulis:

D tidak rendah diri dan kebingungan meskipun menjadi yang paling akhir mengerjakan sesuatu. Karakternya yang easygoing dan pemaaf terhadap diri sendiri ini akan bermanfaat dalam menempuh ujian hidup.

Begitulah aku menilai anak-anak aku. Hanya butuh sedikit perubahan perspektif.

Orang mencela putraku yang banyak menangis dan belum bisa bicara di usia 2 tahun, namun aku menilai perkembangan ‘keakuan’ dan motoriknya membanggakan. Orang menjelekkan putriku yang tidak mau menjawab kalau ditanya siapa namanya, dan dia juga tidak mau cium tangan, namun aku pikir aku pun tidak akan mau memberikan namaku, apalagi mencium tangan orang asing yang tak memperkenalkan diri padaku.

Sebagai ibu yang berada bersama anak-anakku setiap hari, barangkali secara alami aku bisa melihat kebaikan pada diri anak-anakku. Namun aku rasa seorang guru wali kelas yang mencintai anak-anak didiknya semestinya juga mampu menemukan hal-hal positif dalam diri tiap-tiap mereka ketimbang menghakimi baik atau buruk dalam deskripsi karakter di rapor.

Sekedar mencatat lintasan ide.

Kalau dipikir-pikir aku kan guru wali kelas juga, di homeschool untuk anak-anakku.###

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

5 thoughts on “17. Tentang Rapor

  1. Aku salut dan bangga padamu sobat…pilihan menjadi ibu bg anak2 sendiri kurasa butuh energi lebih besar… Kadang aku sendiri merasa tidak selalu sabar ketika sedang mengajari anak-anakku. Mungkin karena aku memiliki harapan yang berlebih. Terimakasih, blogmu ini banyak memberi energi padaku :)

    • Haiyaa… ge-er banget nih dipuji Bu Dosen Retno. Kesabaran itu dilatih… semakin sering bersama anak-anak kurasa jadi semakin sering berlatih sabar. Lagipula kalau aku sih bukan fokus pada menahan marah tetapi berlatih melihat alasan mengapa anak-anak terlihat memancing kemarahan kita. Kalau kita ngerti alasan dia, biasanya sih nggak akan marah, tetapi jadi maklum.

  2. Mbak…berkaca2 mataku mbaca yg ini.Aqeela persis seperti yg terakhir mbak gambarkan,ogah menjawab dan susah disuruh salaman.Subhanallah mbak,semoga ke depannya aku akan lebih positif.Makasih ya mbak.Ternyata membuka hati,pikiran,menghargai dan berempati terhadap pemikiran dan tingkah laku anak sungguh melegakan hati.Semoga aku bisa lebih sabar.Many thanks ya Mbak…sungguh,terasa ada embun di hati ^_*

    • Saking kebanyakan ya siswa yang ditangani, Mbak Irma… kalau guru bisa ingat nama siswa saja sudah bagus. Zaman saya di sekolah dulu, kalau ketemu guru di jalan, ada nggak sih guru yang mengetahui saya muridnya… sepertinya nggak ada karena saya memang bukan murid yang istimewa, tidak nakal sekali dan tidak pandai sekali, cuma sekedar nama dalam daftar absen :-?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>