25. Mengapa Belajar?

Kutemukan  sebuah gambar comic strip dengan situasi seorang ayah menemani seorang anak laki-laki belajar di meja belajar. Di bawah gambar itu ada teks:

“Dengan pendidikan yang baik, Nak, kamu bisa tumbuh besar menjadi apa saja… YANG AYAH INGINKAN.”

Sedihnya, cerita tentang orang tua yang begitu haus akan decak kagum dari orang lain yang melihat anaknya menjadi dokter atau apa sajalah yang dianggap orang tua hebat dan membanggakan itu sudah biasa. Aku juga kenal orang tua yang dulu cita-citanya ingin jadi dokter tidak kesampaian, lalu sekarang dia paksa salah satu anaknya jadi dokter. Anaknya sendiri sebenarnya berkeinginan jadi apa? Orang tua itu pura-pura bertanya pada anaknya, “Nak, kamu mau jadi apa?”  Tetapi ternyata jawabannya tidak sesuai dengan keinginan orang tua (jawab si anak: programmer komputer), sehingga ya anak itu harus ‘diarahkan’ dan ‘diberi pengertian’.

Dengan dalih “ayah dan ibu hanya menginginkan kebahagiaanmu”  dan “anak itu berdosa kalau tidak menurut orang tua”,  orang tuanya membuat anak  malang itu merasa bersalah dan sudah gagal dalam hidup kalau dia  tidak mau masuk Fakultas Kedokteran.

Kata-kata,”"Dengan pendidikan yang baik, Nak, kamu bisa tumbuh besar menjadi apa saja YANG AYAH INGINKAN” bukan lelucon melainkan kenyataan yang tak terucapkan. Apakah anak itu bahagia menjalani profesi yang keren tetapi bukan hasil panggilan jiwanya? Ya memang tidak sih, tetapi memangnya dia berani menuntut? Sudah dibayari kuliah dokter mahal-mahal gitu loh. Lagipula saat itu orang tuanya juga sudah masuk kubur. Akhirnya tidak ada di antara mereka yang mengambil pelajaran. Ya, biar aku sajalah dan mudah-mudahan juga pembaca tulisan ini. ###

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>