30. Soal Tonjok-Menonjok di TK

You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “30. Soal Tonjok-Menonjok di TK”.

5 thoughts on “30. Soal Tonjok-Menonjok di TK

  1. Jadi inget cerita di Miiko (komik Jepang). Gara-gara sang Kakak suka memukul adiknya, si Adik memukul adiknya Miiko yang sama-sama di tempat penitipan.
    Tapi ini ga ada hubungannya dengan si Ibu ya. Ga papa ya. Kan ada hubungan yang lain: pemukulan balita, tempat penitipan balita, dan Jepang. hehehe …
    Pernah baca Miiko, Bunda? Bagus lho. Aku mengenal model sekolah SD-nya Jepang dari sana. ^_^

  2. Waaah, saya termasuk pendukung bela diri! Benar, Bu, masukin bela diri aja, tapi jangan terlalu berharap dia bakal jadi preman juga ya. Justru kalau di bela diri (perguruan yang udah proven nih) dia malah bisa belajar utk tidak memukul orang sembarangan. Kan diajarin budi, tanggung jawab, disiplin, tenang, percaya diri, rasa hormat, membela yg lemah, cepat mengambil keputusan, antisipatif, menghindari konflik yg tidak perlu, awas terhadap lingkungan, instingtif, dll. Urusan fisik jadi lebih kuat dan cepat mah cuma by product aja. Di bela diri tuh mental nomor satu. Lihat aja tuh para samurai di Jepang. Kaya’nya saya jadi mau tulis tentang ini buat blog post berikutnya, he3. Btw, tips kalo ingin anak bisa mendapat semua manfaat bela diri tanpa khawatir jadi jagoan mukul dan nendangin orang: ikutin Aikido aja, cuma diajarin membela diri, hampir2 nggak ada jurus menyerang sama sekali. Sampai2 tidak ada pertandingan Aikido, soalnya sama2 cuma bisa nunggu dan nggak bakal ada yang nyerang duluan, he2.
    .-= Kreshna´s last blog ..Project Based Learning =-.

    • Kalau anaknya suka bela diri, harus didukung. Kalau anaknya berbakat musik seperti Mozart, daripada menghabiskan masa kecilnya kursus karate lebih baik les privat piano, bukan?

      Seni bela diri samurai kayaknya kalangan tertentu saja deh, zaman sekarang. Malahan saya nggak pernah lihat tuh, waktu tinggal di Jepang. Paling apa ya… yang umum… karate, aikido, kendo, panah tradisional Jepang… Malah ada orang-orang Jepang yang tekun belajar silat Indonesia, sampai mereka ikut pertandingan silat ke Indonesia segala. Kayaknya orang Jepang itu kalau suka sesuatu betul-betul ditekuni. Nggak tanggung-tanggung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>