You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “33. Sosialisasi Homeschooling (1)”.
You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “33. Sosialisasi Homeschooling (1)”.
keren sis! mantap… aku suka nih artikelnya
Seneng banget disukai Mbak Vanda. Situsnya baru ya?
Sekarang aku tanya, di manakah di dunia nyata, di mana 40 orang dengan usia yang sama, dikekang tidak boleh keluar dari suatu ruangan, tidak boleh bercakap-cakap, dituntut melakukan satu hal yang sama, di waktu yang sama, berpakaian sama, oleh seorang yang jauh lebih tua? Selain sekolah, penjara mungkin. Ini bukan gambaran dunia nyata.
ada lagi mbak : di pabrik , seumuran muda2, berseragam, diawasi mandor… ha ha ha
Betul juga… Suami saya kerja di pabrik. Dan dia tidak setuju homeschooling karena pekerja di pabriknya perlu ijazah SMA. Masa sih tujuan dia menyekolahkan anak-anak kami supaya jadi pekerja pabrik? Gajinya kecil sekali. Kalau nggak masa produksi, ditendang dari pekerjaan. Pekerja yang paling lemah dalam sistem ekonomi.
27. Sila baca jg artikel sosiialiasi #homeschooling di: http://bit.ly/9icsHv dan http://homeschooling-indonesi… (cont) http://deck.ly/~EfKxW