Baru hari pertama, namun untunglah, putri aku Kanae menikmati kegiatan di taman penitipan.
Agak tidak enak juga pada ibu guru di TK yang begitu baik hati dan teman-teman di kelas Tupai yang baik-baik, tetapi menurut Kanae, “Lebih enak di taman penitipan.”
Katanya dia senang di penitipan banyak waktu untuk bermain bebas.
Katanya dia tidak suka menari dan bermain ‘bersama-sama semua’ di TK.
Katanya dia tidak suka waktu sedang ingin bermain sendiri, guru TK dengan maksud baik mengirimkan teman-teman ke tempatnya untuk bermain bersama.
Kenapa? Kan menyenangkan? Aku juga heran dan tidak habis pikir. Tetapi yah barangkali itu pun keunikan karakter Kanae. Aku cuma bisa menerima.
Pagi hari di penitipan kemarin, Kanae mendapat surat dari anak perempuan bernama Kaho-chan. Pada kertas surat Lilo and Stitch, tertulis huruf-huruf hiragana bengkok-bengkok yang tidak berarti. Di pojok surat ada tulisan orang dewasa,”Mari bermain bersama ya”. Mungkin dituliskan ibu Kaho-chan.
Pukul empat sorenya, ketika aku menjemput, Ibu Guru Fumiko menceritakan bahwa Kanae tidak bermasalah tidur siang di penitipan. Namun dia tidak mau makan ikan tuna yang sengaja dibuatkan khusus untuknya, sebagai pengganti menu ayam tidak halal. Guru barunya itu juga khawatir karena Kanae tidak kunjung pergi ke toilet.
Di buku catatan penghubung guru dan orang tua, Fumiko-sensei menulis:
Kanae aktif berbicara pada para guru, tetapi belum menunjukkan minat kepada anak-anak lain.
Tetapi, Kanae bercerita pada aku,”Taman penitipan lebih menyenangkan. Teman-teman baik sekali. Seorang teman membacakan buku cerita untukku.”
Meskipun terlihat pendiam, Kanae menikmati taman penitipan dengan caranya sendiri.
Pokoknya, aku merasa tenang.
Hari ini, hari kedua, ada acara membuat kue mochi di taman penitipan. Kanae tadi memasukkan celemek dan bandana baru bergambar karakter Tamagotchi ke dalam tas ranselnya, lalu berangkat dengan semangat.
Aku menunggu dengan harap, apa yang akan diceritakannya, kalau dia pulang nanti. ###