Bagaimana caranya memulai homeschooling?
1. Riset
Baca buku-buku homeschooling, baca blog keluarga homeschooling, baca pilihan metode dan kurikulum yang ada, riset di toko-toko tentang buku dan bahan ajar yang mungkin diperlukan, dan tanya-tanya pada praktisi homeschooling. Dengarkan kata hatimu, kamu akan menemukan sumber informasi tentang homeschooling yang sekiranya menarik, dan yang tidak begitu menarik. Yang tidak menarik boleh diabaikan. Ikuti kata hatimu.
2. Tentukan tujuan dan visi
Tujuan dan visi akan menentukan cara kita menerapkan homeschooling. Metode keluarga lain boleh saja untuk dijadikan rujukan, tetapi ingat: tujuanmu berbeda dengan tujuan orang lain, meskipun dia temanmu. Kamu berbeda dengan temanmu. Anak-anakmu juga berbeda dengan anak-anak temanmu. Maka perjalanan homeschooling keluargamu bisa jadi sangat berbeda dengan keluarga temanmu itu (dan keluarga-keluarga lain pada umumnya).
3. Jalankan, dan buat penyesuaian
Homeschooling merupakan gaya hidup seluruh keluarga, bukan sekadar metode pendidikan. Kehidupan keluarga itu dinamis, berkembang, dan berubah karena manusia sendiri selalu berkembang dan berubah. Sesuai dengan perubahan itu kita boleh-boleh saja menyesuaikan metode homeschooling keluarga kita.
Homeschooling itu fleksibel. Kesulitan dan kegagalan di tengah jalan itu biasa, yang penting kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari perjalanan ini untuk mengantarkan anak-anak mencapai tujuan dan visi yang kita tentukan bersama. Homeschooling bukan berarti tidak boleh gagal, juga bukan berarti tidak boleh berubah pikiran tentang segala hal.
Lagipula, bukankah skenario terburuk homeschooling hanyalah: anak-anak kembali ke sekolah? Jadi tak perlu takut mencoba homeschooling.
OK, sekarang… silakan mulai dengan nomor 1.
Foto: angietorres, Flickr




