<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HOMESCHOOLING-INDONESIA.COM &#187; Pengantar</title>
	<atom:link href="http://homeschooling-indonesia.com/category/pengantar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://homeschooling-indonesia.com</link>
	<description>Untuk Peminat Homeschooling</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2011 04:41:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Mengapa Blog Baru?</title>
		<link>http://homeschooling-indonesia.com/mengapa-blog-baru/</link>
		<comments>http://homeschooling-indonesia.com/mengapa-blog-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 00:34:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andini Rizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengantar]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschooling-indonesia.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Halo, saya Andini Rizky, mantan praktisi homeschooling. Saya dulu menulis tentang pengalaman homeschooling di Multiply. Lalu mengapa kok sekarang repot-repot membuat situs baru? Harus membayar pula? Alasan utama saya, dan paling tidak nyambung, adalah, saya ingin mencoba layanan hosting server Singapura &#8230; <a href="http://homeschooling-indonesia.com/mengapa-blog-baru/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo, saya Andini Rizky, mantan praktisi <em>homeschooling</em>. Saya dulu menulis tentang pengalaman <em>homeschooling </em>di <a href="http://andinirizky.multiply.com" target="_blank">Multiply</a>. Lalu mengapa kok sekarang repot-repot membuat situs baru? Harus membayar pula?</p>
<ol>
<li> Alasan utama saya, dan paling tidak <em>nyambung</em>, adalah, saya ingin mencoba layanan <em>hosting server </em>Singapura<em> </em>dari perusahaan <a title="Idwebspace (affiliate)" href="http://billing.idwebspace.com/aff.php?aff=814" target="_blank">Idwebspace</a>. Saya menggunakan layanan mereka yang termurah, hanya 100 MB, dan <em>brandwith </em>8000MB. Kalau saya puas, saya berniat memindahkan situs saya yang <a title="Andini Rizky, Penerjemah Bahasa Jepang" href="http://andinirizky.com" target="_blank"> lain </a> ke <em>server </em>Singapura perusahaan <em>hosting </em>ini.</li>
<li>Alasan kedua, saya punya naskah buku <em>homeschooling </em>yang saya urungkan niat untuk menerbitkannya. Naskah buku itu berasal dari kumpulan tulisan-tulisan saya di blog lama. Penerbit yang awalnya menyatakan berminat menerbitkan, meminta saya menghapus bagian-bagian yang &#8216;menjelek-jelekkan guru dan sekolah&#8217;. Sedangkan saya pikir, saya bukan bermaksud menjelek-jelekkan guru, toh masih banyak guru yang baik, tidak suka memakai kekerasan, dan betul-betul tulus ingin mencerdaskan murid-muridnya, tetapi sebelum suatu keluarga memutuskan <em>homeschooling</em>, pasti ada faktor pendorong dan faktor penariknya. Faktor penariknya adalah pemahaman yang baik tentang <em>homeschooling</em>. Faktor pendorong adalah kekurangan dari sistem persekolahan dan pengalaman buruk di sana, termasuk dengan guru. Bagian tulisan saya yang dianggap kontroversial itu sebetulnya bukan pertama kali diungkapkan melainkan saya petik dari buku-buku John Holt, Ivan Illich, buku-buku <em>homeschooling</em>, dan blog-blog para praktisi sebelum saya. Jadi saya segan menghapus bagian itu dan juga malas meyakinkan penerbit lain. Akhirnya&#8230; saya punya naskah komplit yang tidak ada tempat untuk mempublikasikannya. Maka, lahirlah situs blog baru ini.</li>
<li>Dengan menyewa nama <em>domain </em>baru, saya bisa menamainya dengan kata kunci yang pasti dipakai oleh peminat <em>homeschooling </em>dari Indonesia, yaitu &#8216;<em>homeschooling</em>&#8216; dan &#8216;Indonesia&#8217; sehingga tercetuslah nama <em>domain</em>: &#8220;homeschooling-Indonesia.com&#8221;. Dengan demikian tulisan saya akan mudah ditemukan oleh target pembaca saya itu lewat mesin pencarian Google. Karena untuk apa menulis jika tidak ada yang membaca, bukan?</li>
<li>Blog baru ini akan menjadi identitas baru saya di dunia maya saat berkomentar di blog praktisi <em>homeschooling</em>.  Saya sering mengomentari tulisan <em>homeschooling </em>di blog orang lain tetapi jika saya mencantumkan <a title="Andini Rizky. Penerjemah Bahasa Jepang" href="http://andinirizky.com" target="_blank">URL blog satu lagi</a>, terasa sungkan karena tidak <em>nyambung</em>. Padahal saya sangat ingin bersahabat dan berbagi minat <em>homeschooling </em>dengan praktisinya.</li>
<li>Semakin banyak pembaca blog ini, semoga semakin banyak orang yang mendoakan saya bisa <em>homeschooling </em>lagi seperti dulu, juga meyakinkan suami (tokoh kunci yang bisa memberikan izin) untuk &#8216;jalan yang jarang dilalui orang&#8217; ini.</li>
<li>Ambisi pribadi kecil-kecilan untuk ikut menjadi faktor pembuat perubahan agar <em>homeschooling </em>lebih diterima secara luas dalam masyarakat Indonesia.</li>
</ol>
<p>OK, deh, saya ada permintaan nih. Saya ingin mencantumkan alamat blog keluarga <em>homeschooling </em>Indonesia di sidebar situs ini supaya kita bisa saling mengenal. Bagi yang tidak keberatan diasosiasikan dengan situs ini (ya, apa boleh buat, Andini memang sering radikal dalam tulisannya, mungkin ada yang tidak senang), minta tolong isi formulir di bawah ini dengan nama, e-mail dan alamat blog yang ingin dicantumkan di sini. Atas kesediaannya, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih.</p>
<p><!--contact form--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschooling-indonesia.com/mengapa-blog-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

