Archive for ‘Uncategorized’

April 27th, 2010

35. Dicuekin

by Andini Rizky

Selang satu rumah kosong dari rumah tempat kami tinggal sementara ini, sebuah keluarga dengan lima anak laki-laki bersaudara, kira-kira usia SD, baru saja pindah. Sore pertama, anak-anak laki-laki itu bermain badminton di jalan depan rumah yang memang sepi dari lalu lalang mobil. Kanae, yang sedang main ayunan di depan rumah kami melihat mereka. Serta merta ia bergegas masuk rumah, mencari raket badminton milik Papa, memakai topi, dan berlari keluar.

“Mau ngapain?” tanya Obaachan, ibuku.

“Mau main badminton,” jawab Kanae semangat. “Sama teman-teman di situ.”

Obaachan tidak mengikuti Kanae keluar, cuma mengawasi lewat jendela.

Aku sedang di depan komputer dan tidak mengindahkan apa yang sedang terjadi.

Menurut laporan siaran langsung dari ibuku itu, Kanae dengan percaya dirinya mendekati kelima anak laki-laki tadi. Kata Kanae, main badminton yuk, main badminton yuk. Namanya siapa? Aku Kanae.

Anak-anak itu cuma saling berpandangan, tetapi tidak menjawab ajakan Kanae. Mereka tetap main sendiri, tidak perduli dengan tawaran persahabatan anak perempuan kecil empat tahunku. Ibuku dengan gemasnya mengatakan, mana mau anak laki-laki main dengan anak perempuan, mana mau anak-anak besar main dengan anak kecil. Kasihan Kanae, kasihan Kanae.

Tidak berapa lama Kanae kemudian kembali ke rumah. Raket badminton dan topinya diletakkan di sudut kamar.

“Nggak jadi main ya?” tanyaku sambil tetap mengetik di komputer.

“Teman nggak mau main dengan Kanae,” jawabnya dengan ekspresi biasa saja.

Besoknya, anak-anak laki-laki itu bermain badminton lagi di depan rumah mereka. Tahukah apa yang dilakukan Kanae? Dia ambil raket dan topi lagi, menghampiri mereka lagi, mengajak main lagi, dan… dicuekin lagi. Ha ha.

Kanae… Kanae… kok kamu terlalu supel sih? keluh neneknya yang tidak tega cucunya dicuekin.

Optimistis dan berpikiran positif, komentarku.

Keesokan harinya dan hari-hari selanjutnya, kami tidak pernah melihat lagi anak-anak laki-laki itu bermain di depan rumah mereka. Sekolah, barangkali?

Dan kata mereka, anak homeschooling punya masalah sosialisasi. Jadi pengen ketawa.