
Kalau ada satu hal yang bisa digeneralisir dari keluarga praktisi homeschooling, barangkali: mereka semua cinta buku. Tidak sembarang orang tertarik menerapkan homeschooling dan homeschooling merupakan pilihan yang terilhami dari banyak membaca buku bermutu. Jadi jangan heran kalau di rumah keluarga homeschooling selalu ada rak yang sarat dengan buku.
***
Pekan lalu kami menyempatkan pergi ke pameran buku Islamic Book Fair di Senayan Jakarta, dan berikut judul-judul buku yang kubeli di sana. Kutulis juga di sini meskipun tak penting untuk siapa-siapa.
1. Metode Doktor Cilik: Menghafal dan Memahami Al-Qur’an dengan Isyarat, dengan bonus DVD, Sayyid Muhammad Mahdi Thabathabai dan Siti Wardatul Jannah, Penerbit Hikmah, 2008, Rp 50.000,-
2. Novel The Remains of The Day : Puing-Puing Kehidupan, Kazuo Ishiguro, Penerjemah: Femmy Syahrani, Penerbit Hikmah, Rp 20.000,-
3. Novel Citizen Girl, Emma McLaughlin dan Nicola Kraus, Penerjemah: Sujatrini Liza, C Publishing, Rp 25.000,-
4. Novel I Don’t Know How She Does It : Sibuk Berat, Allison Pearson, Penerjemah: Kathleen S.W., Gramedia, Rp 15.000,-
5. Novel The Righteous Men : Orang-orang Sadik, Sam Bourne, Penerjemah: Richard Haryoseputro, Gramedia, Rp 15.000,-
6. Pedoman Bagi Penerjemah, Rochayah Machali, Kaifa, Rp 10.000,-
7. Mars and Venus in the Workplace, John Gray, Penerjemah: Rina Buntaran, Gramedia, Rp 30.000,-
Untuk Masa (4) sebuah jigsaw puzzle dinosaurus Rp 5.000,- dan satu set kartu bergambar dinosaurus Rp 5.000,-. Kanae (7) dan Nao (1) tidak dibelikan apa-apa.
Untungnya anak-anak kami tidak seperti aku dan adik-adikku dulu yang selalu menuntut ‘keadilan’, kalau satu dibelikan semua juga harus dibelikan dan suka menuduh orangtua pilih kasih. Mungkin anak-anakku yang seperti itu berkat sadar homeschooling juga, entahlah, aku bukan pakar psikologi anak. Yang jelas perlu usaha dengan sadar juga dari kita sendiri untuk membuat anak-anak tidak meragukan cinta kita, orangtuanya.







